Another side of Jogja….

Jika aku ga jadi guide, mungkin aq ga tahu sisi laen dari Jogja yang sudah cukup lama kukenal dan kutinggali. Aq terbiasa melihat jogja dari sisi hiburan, sisi kota pelajar, sisi yang juga banyak dilihat oleh orang kebanyakan. Saat menjadi guide, aq menyadari, Jogja memang unik. Jogja memang kota yang kreatif. Jogja memang pantas untuk dinobatkan sebagai kota yang dikunjungi banyak orang, baek lokal maupun manca. Kalo dalam bahasaQ sendiri, Jogja adalah kota yang dapat menyelaraskan antara kemodernan dengan tradisi dan kebudayaan. Jogja….I’m in Love lah….

versl_gondolayu_woning_1I consider the different side of Jogja when I took my guests to the “slum” area of Jogja. Actually, it’s not slum area anymore ‘coz the residents over there are already know more ’bout the importance of health, environment, etc. Mungkin beberapa orang yang sudah cukup lama tinggal di Jogja juga belum banyak tahu tentang daerah ini. Daerah pinggiran kali Code. Bagaimana kehidupan mereka, bagaimana mereka memanage hidup mereka yang saling berdempet-dempetan, dan lain – lain.

Cobalah sesekali berjalan menyusuri kali Code, Kali atau sungai yang membelah Kota Jogja dari utara ke selatan ini mempunyai sejarah yang cukup panjang. Mulai dari pemberontakan dan perjuangan penduduk yang tinggal di bantaran kali Code, hingga sedikit peningkatan kesejahteraan dari para penduduknya saat ini. Kali Code memang dulunya adalah tempat orang – orang yang mencari perlindungan, para perantau yang berharap untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baek, mantan kriminal yang ingin memulai kembali hidupnya, para wanita transeksual, pengamen, dan lainnya. Jaman dulu sekali, pemerintah ingin mengusir mereka dengan membuat Hutan Kota di daerah sepanjang bantaran kali Code. Namun, dengan bantuan dan pembelaan dari mendiang Romo Mangun, mereka berusaha untuk tetap tinggal di sepanjang kali Code itu.

Kedekatan antar tetangga, kerukunan, dan kesederhanaan para penduduknya akan selalu kita lihat sepanjang kita berjalan menyusuri kali Code. Ada saat yang cukup menyeramkan bagiku, saat aku tiba di bagian utara, yaitu di daerah bawah jembatan Sayidan. Saat aku melewati daerah itu, siang sudah berganti dengan petang, dan memang tidak ada penerangan di jalan yang kulewati. Sepintas kulihat orang yang sedang mabuk di jalan yang kulewati. Takut memang, tapi aku rasa mereka tidak akan berbuat jahat denganku. ^_^

Berbagi informasi dengan para turis tentang kehidupan lain atau sisi lain dari Jogja, membuatku bahagia. Menurutku, menjadi seorang guru dan menjadi seorang guide adalah pekerjaan yang sama. Sama – sama memberikan informasi, mentransferkan ilmu yang bermanfaat tentunya. Kalau aku bilang siy, amal jariyah. Hehehe….. Seperti kata dosenQ beberapa saat yang lalu, “Anggap saja amal jariyah” Kan salah satu amal yang tidak terputus itu, ilmu yang bermanfaat….. Yah smoga saja apa yang kusampaikan pada murid2Q ataupun tamuku bermanfaat. Amiin….

8 Komentar

  1. buwel berkata,

    Juni 22, 2009 pada 1:27 am

    salam kenal ya…semoga sukses selalu pekerjaannya ya…amiiin

  2. aswad berkata,

    Juni 28, 2009 pada 8:26 pm

    informasi yang keren abis

    • nannylicious berkata,

      Juni 30, 2009 pada 1:48 pm

      itulah salah satu kegunaan blog. Untuk saling berbagi informasi. ^_^

      Salam kenal…..

  3. irfanantono berkata,

    Juni 29, 2009 pada 4:42 pm

    Wah, thank you banget ki, dapat support buat KKN di sana…

    • nannylicious berkata,

      Juni 30, 2009 pada 1:49 pm

      whehehe….
      ho’o yo mz. Dirimu kan mau KKN di sekitar Code y…
      pokok’e ati2 aja dimanapun qta berada. Kalo butuh info lagi, call me ajah…. (^_^)V

  4. Abdul Cholik berkata,

    Juli 1, 2009 pada 8:27 am

    Saya sudah seringkali ke Jogya tetapi belum kemput muteri kotanya.Paling sekitar Malioboro saja.Kota yang menyenangkan dengan bahasa halusnya.
    Mbok sekali-kali ngintip ke Wayang Orang mbak dan buat postingan tentang nasib anak wayangnya.Generasi muda perlu digugah hasratnya untuk nonton WO atau Ketoprak agar mereka tak sirna ditelan sinetron dan musik.
    Salam dari Surabaya.

  5. Abdul Cholik berkata,

    Juli 2, 2009 pada 7:15 am

    Dengan hormat dan rasa bangga,saya hadiahkan award untuk anda.Mohon dilihat di blog saya.Selamat,semoga dengan award ini bisa memacu semangat untuk menulis artikel yang menarik dan bermanfaat lainnya.
    Salam dari Surabaya.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.