yah…satu persatu temanku pergi meninggalkanku. Bukan untuk apa, hanya untuk meneruskan cita – cita dan harapan untuk lebih baik di lain kota. Kali ini, salah satu temanku pergi bukan untuk menikah, seperti beberapa orang temanku yang sudah menikah beberapa saat yang lalu. Kali ini, dia harus kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan harapannya untuk menjadi seorang pegawai.
Masih teringat di ingatanku, aku dan dia bersama – sama berjuang untuk menyelesaikan studi. Tapi, memang dia yang berhasil menyelesaikannya lebih dulu. Sedih memang, karena aku harus kehilangan satu lagi teman yang menemaniku di kampus. Tapi tak apa, aku sudah terbiasa untuk sendiri, untuk mandiri, menghadapi dunia ini.
Ada sedikit ke-iri-an padanya. Kapan aku bisa merasakan kelegaan seperti yang telah ia rasakan. Kelegaan untuk segera melepaskan diri dari belenggu “kampus”, untuk segera menapaki dunia yang lain, yang mungkin lebih menantang, dan lebih banyak pengalaman – pengalaman baru yang akan tercicipi. Harus segera kubulatkan tekadku untuk menyelesaikan studi ini. Aku harus bisa. Aku sudah bisa melewati berbagai macam ujian hidup yang mungkin sangat berat bagi orang lain, tapi kenapa yang ini susah banget y…
Acho berkata,
Juni 7, 2009 pada 11:07 am
Sama donk neng ama sy. Sy jg mrasakan ditinggal teman2 krn mrk kluar kampus lbh dulu, krn faktor kelulusan, tdk melanjutkan kuliah krn perkawinan. Kampus trasa sepiii banget, tdk ada teman lg. Tp hal itu memacu kt jg utk cpt2 menyelesaikan tugas kta.
Maju terus dah
pplq berkata,
Juni 13, 2009 pada 5:08 pm
Satu hal yang pasti, dunia itu berputar .. dan tantangan baru terus menghadang .. Semangat !!!
By : Admin PPLQ
nannylicious berkata,
Juni 14, 2009 pada 10:40 pm
yuk….
terimakasiy…..
Btw, niy mz admin pplq-nya syapa y klo boleh tau….??